Kumpulan Cerpen Kompas

arsip cerita pendek kompas minggu

Arsip untuk Juni 2011

Payung

dengan 63 komentar

Dian menjulurkan lehernya keluar jendela. Hatinya senang melihat awan hitam bergulung di langit Jakarta sore itu. Terdengar gemuruh guntur berkepanjangan di kejauhan, mirip suara bergulirnya ban raksasa di jalan beton yang bergelombang dan berlubang.

Sambil berjongkok dan mengintip kolong lemari, ia menarik keluar sebuah payung besar warna-warni kebanggaannya. Besarnya hampir seperti payung yang setia bertengger di atas gerobak penjual buah dingin di ujung gang. Payung ini benda terbaru dan terbagus yang ia miliki saat ini. Warna kainnya masih cemerlang, berbeda warna di setiap lengkungannya. Gagangnya terbungkus kayu yang dipernis warna coklat muda.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh tukang kliping

26 Juni 2011 pada 10:57

Ditulis dalam Cerpen

Dikaitkatakan dengan

Pilihan Sastri Handayani

dengan 56 komentar

Begitu Sastri selesai membaca berita dan keluar dari studio, Barbara juga keluar dari cubicle—ruang operator tempat Barbara sebagai produser mengawasi karyawan yang bertugas menyiar—dan menyambut Sastri dengan tersenyum.”

”Sastri,” katanya dengan suara lembut. Nama Nicosia harus dibaca dengan tekanan suara pada ”si” bukan pada ”co”. Jadi Nicosia dibaca Nico’sia bukan Ni’cosia.

Sorry for the mistake, Barbara,” Sastri menyahut.

”Ok. No problem,” sahut produser yang berasal dari Australia itu.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh tukang kliping

19 Juni 2011 pada 14:51

Ditulis dalam Cerpen

Dikaitkatakan dengan

Sematku Patah di Cungking

dengan 53 komentar

Setelah menempuh perjalanan lebih 24 jam dari Perancis-Hongkong-Singapore-Jakarta, Surabaya- Banyuwangi, badan terasa patah-patah. Bis patas AC yang aku naiki dari Surabaya rupanya hanya sampai di Jember. Perjalanan ke Banyuwangi hanya bisa menggunakan bis ekonomi yang penuh aroma minyak angin.

Setelah tiga puluh tahun aku meninggalkan Cungking, baru kali ini aku kembali lagi. Ya, ini bukan mimpi. Aku benar-benar pulang kampung. Sesekali terdengar percakapan dalam boso osing yang hanya dimengerti oleh kami orang osing.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh tukang kliping

12 Juni 2011 pada 10:30

Ditulis dalam Cerpen

Dikaitkatakan dengan

Pring Re-ke-teg Gunung Gamping Ambrol

dengan 59 komentar

Ribuan orang baik-baik telah berkumpul di atas bukit, siap menyerbu perkampungan para pencuri, perampok, pembunuh, dan pelacur, yang terletak di tepi sebuah sungai yang mengalir dan berkelok dengan tenang, begitu tenang, bagaikan tiada lagi yang bisa lebih tenang, yang memantulkan cahaya kemerah-merahan membara di langit meskipun matahari sudah terbenam.

Ribuan, barangkali lebih dari sepuluh ribu, sebut saja beribu-ribu orang baik-baik telah siap dengan segenap senjata tajam, parang-golok-kelewang, tombak, linggis, pentungan besi, rantai, alu, kayu, maupun badik yang lekuk liku dan geriginya jelas dibuat agar ketika ditusukkan mampu menembus perut dengan mulus, dan ketika ditarik keluar membawa serta seluruh isi perut itu tanpa dapat dibatalkan.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh tukang kliping

5 Juni 2011 pada 23:44

Ditulis dalam Cerpen

Dikaitkatakan dengan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.449 pengikut lainnya.