Kumpulan Cerpen Kompas

arsip cerita pendek kompas minggu

Posts Tagged ‘Toni Lesmana

Malam di Kota Merah

with 30 comments

Malam. Malam yang dingin. Angin seperti menghunus pisau dan mengiris setiap inci kulit waktu. Pisau berkilat di mataku. Pisau yang sesungguhnya terarah dengan tepat di antara dua kening.

Cepatlah, sebelum tangan ini lepas dari kendaliku! Teriak lelaki itu dalam getaran yang hebat. Aku tak tahu apakah ia marah atau gentar. Suara keras, namun runtuh sebagai kemurungan. Aku mengambil dompet dan kuserahkan dengan gemetar pula. Ini masalah nyawa, Bung. Satu-satunya. Bukan kematian yang kutakutkan, namun janjiku untuk menemui seseorang tengah malam ini, membuatku tak mungkin mengambil resiko untuk mencumbui ketajaman pisau dan liar kegelisahan di sepasang mata yang nampak mulai berair itu. Ia menangis. Sungguh. Tangisan apa pula yang mengalir deras dari seorang perampok.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by tukang kliping

13 Maret 2011 at 22:24

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

Al Furqon, Sebuah Malam Sebuah Sajak

with 36 comments

Malam. Bulan timbul tenggelam di lautan awan. Gerimis sesekali menyapa bumi dan mengabarkan langit masihlah ada. Namun tak benar-benar turun hujan. Sesekali segaris cahaya mengerjap dan gemetar di angkasa. Bukanlah kilat atau petir, hanya segaris cahaya mengerjap dan gemetar.

Orang-orang di kampungku menyebutnya kingkilaban. Seperti sebuah isyarat atau gelagat. Kau ingin memahaminya, tapi bagiku menghayati sudah cukup. Sebab ada banyak rahasia yang tak terurai dalam bening pikir manusia. Semakin ingin memahami, semakin jauh tersesat dalam pemahaman yang terkadang memasuki wilayah amarah.

Kita masih di teras sebuah mesjid. Menunggu gerimis reda. Kau tak ingin menyeberangi titik-titik air itu. Kau ingin berteduh dan menunggu. Menghitung gerimis yang malas. Atau angin yang benar-benar nyaris diam. Cahaya-cahaya temaram di sekitar pelataran mesjid ini semakin meremangkan suasana, koridor yang melingkari mesjid, sungguh sunyi, memanjang dan berkelok, namun di sanalah sesungguhnya matamu mengembara, entah kepada kenang atau harapan, namun aku tak terletak di sana. Entah di mana aku malam ini pada dirimu.

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

16 Mei 2010 at 10:39

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

%d blogger menyukai ini: