Kumpulan Cerpen Kompas

arsip cerita pendek kompas minggu

Archive for Juli 2009

Bujang Kurap

with 7 comments

Bila suatu waktu nanti, Tuhan berketetapan bahwa kalian harus berada di Lubuklinggau atau Musirawas (entah karena bus kalian yang transit, atau kunjungan khusus, atau memang akan tinggal menetap), maka perlu rasanya dirobohkan sebuah pohon cerita yang sudah sedemikian lama dipelihara oleh masyarakatnya sendiri.

Hanya berjaga-jaga: mungkin saja, kalian akan mendengar sebuah nama atau julukan atau juga olok-olokan yang berbunyi ”Bujang Kurap”. Tentu saja kalian akan membayangkan semacam penyakit kulit menular yang diidap seorang pemuda, seorang bujang. Mungkin juga kalian akan langsung memaklumi bagaimana si pemuda dipanggil ”Bujang” atau belum menikah: siapa yang sudi disunting lanang kurap? Dan sangatlah mungkin bila pikiran kalian pun melukiskan parasnya dengan sangat buruk dan menyeramkan—walaupun sebenarnya belum tentu juga orang yang terkena kurap itu adalah ia yang tak elok rupanya!

Mengapa perlu berjaga-jaga?

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

26 Juli 2009 at 08:22

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

Tukang Cuci

with 9 comments

Perkenalkan. Namaku Tukang Cuci. Pekerjaanku tukang cuci. Hidupku tukang cuci. Dan sebagai tukang cuci, aku mencuci semua yang perlu untuk dicuci. Biar bersih. Biar cling. Tak ada daki. Tak ada kotoran. Dan tak membuat bagi yang memakainya menjadi malu. Lalu membenamkan mukanya ke dalam bak kamar mandi. Mencoba mengusir rasa malunya itu.

Tapi, tunggu, tunggu dulu. Meski aku tukang cuci, aku bukan sembarang mencuci. Aku hanya mencuci pakaian istriku. Istriku yang kini telah menjelma ikan paus yang gemuk. Yang punya mata tajam. Yang saking tajamnya mampu melihat barang-barang renik. Meski dalam kegelapan. Kegelapan yang aku gunakan bercinta dengannya.

”Mas, Mas, apa yang terselip di telingamu itu?”

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

19 Juli 2009 at 09:38

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

Naomi

with 5 comments

Naomi. Telah bertahun-tahun ia hilang dari keseharian desa kami. Kabar terakhir yang terekam di memori kami adalah tenggelamnya seorang remaja pria belasan tahun bersama perahu ayahnya.

Seperti anak-anak lelaki lain di desa ini, Naomi pun sering mencuri waktu memilah ombak dengan sampan ayahnya. Laut sepi perahu sedangkan angin dan gelombang tengah di puncak senggama mereka. Entah penunggu laut mana yang menjarah pikirannya waktu itu, Naomi berjibaku sendirian menyiangi ombak.

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

12 Juli 2009 at 20:24

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

Hari Ketika Calon Presiden Datang ke Kota Tamaulipas

with 3 comments

Kereta khusus calon presiden seharusnya tiba dari Monterey pada pukul sembilan, dan diharapkan untuk masuk ke stasiun pada pukul sebelas. Semakin ke barat, relnya berada dalam kondisi yang buruk, tetapi Jenderal telah mempertimbangkannya dan mengawali perjalanan tiga jam lebih awal dari jadwal, supaya tiba di Kota Tamaulipas dengan keterlambatan tidak lebih dari dua jam.

Tiga minggu sebelumnya, salah seorang calon telah membuat kesalahan fatal karena tidak memperhitungkan kondisi rel yang buruk, dan berangkat dari Monterey begitu saja sesuai jadwal. Akibat yang ditanggungnya, ia tiba di Kota Tamaulipas lima jam terlambat, dan saat itu semua orang sudah memutuskan untuk pulang dan makan dan tidur siang.

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

5 Juli 2009 at 11:15

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

%d blogger menyukai ini: