Kumpulan Cerpen Kompas

arsip cerita pendek kompas minggu

Posts Tagged ‘Palti R Tamba

Marni! Oh, Marni!

with one comment

Sebuah truk berhenti jauh di depan sana. Truk dengan atap terpal. Semula Nawar, mengira truk itu hendak berhenti di halte, karena itu ia terjaga. Ia mencurigai cara perhentian kendaraan itu. Maka ia pun bersiap-siap melarikan diri.

Namun Nawar terlambat kabur. Tak terduga olehnya, dua lelaki berseragam sudah berada di sebelahnya. Mereka memegang tangannya kuat-kuat. Mereka menggiringnya.

”Hayo Cepat!” bentak salah seorang sambil menghentakkan lengan Nawar.

Nawar menatap mereka dengan rasa takut. Meskipun tidak jelas benar terlihat olehnya. Seorang di kiri dan seorang lagi di kanannya. Ia tak tahu hendak berkata apa.

”Apa yang kau lihat, goblok!” Yang di kiri mementung kepalanya.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by tukang kliping

9 September 2007 at 13:45

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

Monang? Kau Mendengar Aku?

with one comment

Malam itu, wajah ibu hadir di ruang mata Monang. Tiba-tiba saja. Melihat mata ibu, Monang seperti menyusuri sungai yang kering yang dipenuhi batu-batu. Entah kenapa. Lambat laun kecekatan tangan Monang memilah-milah koran-koran dan tabloid yang hendak diretur besok, makin berkurang. Bahkan, akhirnya, ia menghentikan kegiatan itu. Ia tersedu-sedu.

Isteri Monang dan dua anaknya sudah lama tidur, di ruang dalam.

Seumur-umur Monang jarang menangis. Ketika kanak-kanak, kalau kalah berkelahi dengan hidung berdarah-darah dan muka babak belur—ia tidak menangis. Bila ayah maupun kakak-kakaknya memukul atau menamparnya karena satu kesalahan yang diperbuatnya, ia juga tak menangis. Waktu ayah meninggal, ia pun tidak menangis. Meski sampai Namboru Tiur memeluknya sambil menatap menceritakan betapa sedihnya ditinggal seorang ayah, ia tetap bergeming. Tapi, masih jelas dalam ingatannya sebuah peristiwa yang membuatnya menangis hebat.

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

21 Mei 2006 at 01:52

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

%d blogger menyukai ini: