Kumpulan Cerpen Kompas

arsip cerita pendek kompas minggu

Archive for November 2007

Nyanyian Klaras…

with 2 comments

Apa yang bisa kukatakan kepadamu tentang orang-orang ini. Atau lebih baik begini. Jika kau bermaksud mengukur, atau menakar, atau mengira-ira bagaimana watak mereka, kau mungkin akan kesulitan. Tak ada ukuran yang bisa kau gunakan.

Kesulitanmu itu bisa jadi karena apa yang kau saksikan adalah sesuatu yang baru dan belum pernah melintas dalam mimpimu sekalipun. Atau, bisa jadi, kau kurang “alat” untuk menentukannya.

Maaf, jangan tersinggung. Ini memang sulit. Jangankan kau, aku sendiri yang lahir dan besar di sini pun tak paham benar apa yang terjadi dengan mereka. Aku yang meminum air tanah daerah ini pun masih tak paham mengapa semua ini begitu membingungkanku.

Begini. Kebingunganku berawal ketika aku sudah mengerti apa artinya sekolah.

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

25 November 2007 at 09:31

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

Sepatu Tuhan

leave a comment »

Seorang sersan muda sedang mencegah tersangka merebut tas kecil dari meja ketika Letnan Sardi masuk. Wibawa yang bergelantungan di pundak Sang Letnan menghentikan keriuhan kecil di ruang interogasi tanpa sedikit pun tenaga tersia-sia. Si Sersan melepaskan genggamannya, membiarkan tersangka merebut dan memeluk tas itu erat-erat. Keadaan terkendali.

Letnan Sardi duduk dengan tenang dan menatap tajam ke depan. Sepotong masa lalunya kini menggumpal di seberang meja, duduk di kursi sebagai tubuh rikuh si tersangka. Sardi ingat.

Tersangka itu sahabatnya. Dulu. Sahabat sekaligus, diam-diam, seteru.

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

18 November 2007 at 09:28

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

Kayon

with 4 comments

Dari balik pepohonan dan hamparan belukar kijang kencana muncul seperti asap. Moncongnya sedikit lancip dengan dua bundaran mata bening sipit berputar-putar seperti mengajak berbicara. Tubuhnya emas dengan kaki-kaki ramping berloncatan mengitari Sinta dengan jenaka. Sang jelita tergoda. Rama bagai kilat meloncat menerkam, secepat kilat pula kijang berkelebat menghindar. Keduanya melesat bagai meteor makin lama makin titik dari pelupuk Sinta. Jerit semayup-sayup terdengar bagai salam perpisahan. Dan Laksmana terusir tersaruk sia-sia… Ooo,bumi bergetar langit berkedip-kedip

malam makin menyayat

lampus tengah malam

kelabu yang segera beradu

jagat menjadi amat hitam, ooo!

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

11 November 2007 at 02:13

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

Mercusuar

with 2 comments

Debur ombak sama sekali tidak terdengar. Hanya suara desir air mencapai bibir pantai yang sayup-sayup sampai ke telinga. Laut ramah dan bersahabat. Pagi yang menyenangkan bagi banyak orang yang bermain-main dan mandi di pantai.

Ian naik speedboat dua jam untuk sampai ke Teripang,” ujar Lilian kepada ibunya yang duduk di kursi malas di sampingnya di halaman hotel di pinggir pantai itu. Teripang adalah nama sebuah mercusuar di sebuah pulau kecil yang jaraknya puluhan mil laut dari tempat mereka duduk.

“Lalu kamu masih ingin pergi ke merkecusuar itu lagi?” Moira bertanya kepada anaknya Lilian.

“Ya, Mama. Ada kenikmatan tersendiri ketika berada di sana, di tengah laut, di sebuah pulau kecil dan jauh dari aktivitas manusia lain.”

“Mmm.”

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

4 November 2007 at 13:06

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

%d blogger menyukai ini: