Kumpulan Cerpen Kompas

arsip cerita pendek kompas minggu

Archive for Januari 2006

Dendang Perempuan Pendendam

with 2 comments

Laksana gagak lapar, sudah sejak lama aku menunggu kematiannya, untuk mengobati kepedihan hatiku. Dendamku takkan pernah kehilangan isi, meskipun dia masih punya hubungan darah dengan kami. Dia adik Ayah kami semua. Namun, aku ingin melihat jasad Pakde Suto tak bisa dimasukkan ke dalam keranda. Peti matinya beberapa kali harus dibongkar-pasang karena kurang panjang. Dan, di pemakaman, aku ingin menyaksikan kutuk terhadap dia yang merampas tanah keluarga kami yang tak berayah, dengan menggeser pematang secara licik.

Kejahatan itu berlangsung sangat perlahan, seperti tak pernah terjadi. Namun, pematang sawah tak pernah lupa mencatat kelakuan busuknya itu. Pakde Suto telah mencaplok sawah Ibuku dua kali seratus meter bujur sangkar dalam masa hampir empat puluh tahun. Empat puluh tahun!

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

22 Januari 2006 at 08:41

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

Si Gila dari Dusun nCuni

with one comment

Patek dan Jali adalah dua orang yang bersahabat dalam pola hubungan yang mungkin bisa dianggap aneh. Jali, panggilan akrab Gazali, mulai tinggal di Dusun nCuni, Desa Kwangko, sebuah permukiman nelayan di Kabupaten Dompu, sejak ia ditugaskan memimpin base-camp proyek budidaya ikan kerapu dengan sistem keramba milik PT Solar Sahara Mina atau sering disebut SSM yang berkantor pusat di Jakarta. Tapi Patek, seorang warga dusun di tepi pantai Teluk Dompu itu sudah lebih lama menjadi warga dusun yang dikenal banyak orang. Berbeda dengan Jali yang dikenal sebagai manajer perusahaan, Patek dikenal sebagai seorang gila, karena perilakunya yang aneh. Sebagian warga yang lain menganggapnya orang yang terbelakang mentalnya, seorang idiot. Namun sebaliknya, ada juga sebagian kecil orang yang menganggapnya pula sebagai semacam orang suci karena ia sangat rajin beribadah, hampir tidak pernah ketinggalan shalat lima waktu berjamaah, di masjid yang berbeda-beda, dengan wirid yang lama. Paling tidak Patek dianggap sebagai seorang yang penuh misteri.

Ia dianggap gila karena sangat pendiam dan tidak bergaul dengan orang dan tidak banyak celoteh. Tidak pernah ia berkata-kata kalau tidak karena orang memulainya mengajak bicara atau bertanya. Itu pun ia tidak banyak omong. Jika bicara, ia tidak menatap wajah orang yang mengajaknya berbicara. Ia selalu menundukkan kepala. Agaknya ia tidak bisa menjawab pertanyaan orang mengenai hal-hal yang sulit, misalnya mengenai kepercayaan atau imannya. Walaupun ia menyadari dirinya seorang Muslim, tetapi tidak bisa menjelaskan rukun iman dan rukun Islam umpamanya, padahal ia tahu dan percaya pada nabi. Kitab suci Al Quran atau bahkan kehidupan akhirat yang ia percayai adanya.

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

15 Januari 2006 at 08:50

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

Garis Cahaya Bulan…

leave a comment »

Sorga itu ada di sini. Kalau kau tak percaya, sesekali datanglah ke mari. Kau akan melihat dan merasakannya sendiri. Aku yakin, kau akan mengatakannya sebagaimana aku mengatakannya padamu.

Ya, sorga itu ada di sini. Di pinggiran kali berwarna cokelat, dengan rumah-rumah kardus atau tripleks, dihiasi jemuran pakaian lusuh di sana-sini, melambai-lambai ditiup angin.

Aku sendiri tak mengerti, bagaimana mungkin bisa sampai di tempat ini. Hampir tiga hari aku berjalan, mengendap-endap, melirik kalau-kalau ada sepasang mata yang mengikutiku. Hampir tiga hari ini semua kulakukan dan … ya, sebagaimana yang kukatakan tadi, aku menemukan sorga itu di sini.

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

8 Januari 2006 at 08:54

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

%d blogger menyukai ini: