Kumpulan Cerpen Kompas

arsip cerita pendek kompas minggu

Posts Tagged ‘I Wayan Suardika

Duka Abadi Me Made

with one comment

Mendung memperkelam segala. Juga perkabungan di sudut desa. Pepohonan, juga angin dan kematian, menjadi sekutu paling pilu di tengah puluhan kerumun wajah-wajah duka, hampa, berair mata; menatap sesosok tubuh terbujur kaku di atas rangka bambu di halaman rumah. Harum air bunga berwarna kematian bertabur rata pada sekujur tubuh kaku. Pada kain putih yang sempat tersingkap tampak sejumlah bekas bacokan yang menganga, memerah, mematikan; seperti sebuah kesempurnaan tentang arti meregang yang sangat panjang, perih, menyakitkan….

“Bli Wayan mati, Me.”

“Bli Wayan-mu mati.”

“Meme sedih?”

“Meme sedih?”

“Tapi mengapa Meme tak menangis?”

“Meme capai menangis.”

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

4 Januari 2004 at 11:21

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

%d blogger menyukai ini: