Kumpulan Cerpen Kompas

arsip cerita pendek kompas minggu

Posts Tagged ‘Dewi Ria Utari

Terbukalah

with 19 comments

Dalam diam aku duduk di taman ini. Di kursi yang sama tempat kencan kita pertama. Saat itu aku memakai celana jins berwarna abu-abu pudar, dan kaus berlengan panjang warna putih. Kau, waktu itu mengenakan celana jins biru tua dengan kaus berlengan pendek warna abu-abu. Kita duduk bersisian, saling bergenggaman tangan. Perlahan, kusandarkan kepalaku di bahu kirimu. Pandangan kita sama, mengarah ke depan ke beberapa remaja yang sedang bermain basket. Perlahan kau menundukkan kepalamu dan mengecup kuat keningku. Dan mengalirlah cerita tentang keluargamu.

Kau, tidak bercerita tentang dirimu. Kau, bercerita tentang ibumu. Kedekatanmu dengan ibu yang melebihi kedekatan dengan ayah. Bahkan hanya kau satu-satunya yang ibumu minta untuk meneteskan obat ke telinganya yang sedang sakit. Hanya pada dirimulah ibumu meminta diantar ke dokter, bukan kepada adikmu atau ayahmu. Keluargamu adalah dua kubu yang terpisah. Kau dan ibumu, adikmu dan ayahmu. Namun, kalian tetap baik-baik saja. Kalian telah terbiasa hidup seperti itu. Terbiasa dengan pertengkaran-pertengkaran kecil yang selesai dengan sendirinya. Manusia memang seperti itu, kataku. Kita hidup karena terbiasa. Kita membenci kemacetan jalan raya tapi tetap menerimanya. Karena itu bagian hidup kita. Kau terdiam seolah mengiyakan.

Baca entri selengkapnya »

Written by tukang kliping

7 Agustus 2011 at 22:31

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

%d blogger menyukai ini: