Kumpulan Cerpen Kompas

arsip cerita pendek kompas minggu

Bu Geni di Bulan Desember

with 44 comments


Bagi Bu Geni, semua bulan adalah Desember. Bulan lalu, sekarang ini, atau bulan depan berarti Desember. Maka kalau berhubungan dengannya, lebih baik tidak berpatokan kepada tanggal, melainkan hari. Kalau mengundang bilang saja Jumat dua Jumat lagi. Kalau mengatakan tanggal 17, bisa repot. Karena tanggal 17 belum tentu jatuh hari Jumat. Kalau memesan tanggal 17, bisa-bisa Bu Geni tidak datang sesuai hari yang dijanjikan.

Masalahnya banyak sekali yang berhubungan dengan Bu Geni. Semua penduduk yang ingin mengawinkan anaknya, pilihannya hanya satu: Bu Geni, juru rias pengantin. Banyak perias pengantin lain, tapi tak bisa menyamai Bu Geni. Bahkan setelah banyak salon, pilihan tetap pada Bu Geni.

Menurut yang sudah-sudah, Bu Geni bukan perias biasa. Beliau mampu mengubah calon pengantin perempuan menjadi sedemikian cantiknya sehingga benar-benar manglingi, tak dikenali lagi. Salah satu keistimewaan beliau adalah menyemburkan asap rokok ke wajah calon pengantin. Menurut tradisi, katanya ini disembagani, dijadikan seperti kulit tembaga. Bukan emas. Hampir semua perias pengantin memakai cara yang sama, namun tak ada yang menyamai kelebihannya. Pernah dalam satu hajatan, tuan rumah pingsan karena disangka anak perempuan yang dinikahkan kabur. Ibu calon pengantin pingsan, bapak calon pengantin malu, dan sanak saudara mulai mencari ke teman-temannya. Padahal, sang calon pengantin ada di rumah. Bahkan setelah ditemukan, ibu calon pengantin masih menolak: ”Itu bukan anak saya. Itu bukan anak saya.”

”Ya sudah kalau bukan anakmu, berarti anakku. Ayo kita pulang.”

Baru kemudian ibu calon pengantin sadar, dan mengatakan: ”Bagaimana mungkin anakku bisa secantik ini?”

Padahal Bu Geni tidak selalu menyenangkan. Suara keras, dan membuat pendengarnya panas. ”Ini anak sudah hamil. Kenapa kamu sembunyikan. Kenapa malu? Mempunyai anak, bisa hamil itu anugerah. Bukan ditutup-tutupi, bukan dipencet-pencet dengan kain. Itu kan anak kamu sendiri.”

Kalau tak salah, kejadian itu berlangsung di rumah Pak Bupati. Sehingga, kabar menyebar dan masih tergema, jauh setelah peristiwa itu usai. Pernah pula nyaris menggagalkan upacara perkawinan hanya karena Bu Geni melihat wajah calon pengantin suram. Biasanya dua atau tiga hari sebelumnya, Bu Geni memerlukan bertemu langsung dengan calon pengantin perempuan. Kenapa bukan dengan calon pengantin laki-laki? ”Lho kan nasib dia berasal dari sini.”

Sewaktu ketemu calon yang dianggap berwajah muram, Bu Geni berkata: ”Tak bisa, kamu harus ceria dulu.” Padahal, undangan sudah disebar. Tempat resepsi sudah diberi uang muka. Yang lebih penting lagi, makanan sudah dipersiapkan. Kisah ini menjadi biasa kalau berakhir dengan pembatalan. Yang tak biasa adalah dua hari kemudian ada bis terjun ke jurang. Menurut perhitungan, kalau benar perkawinan diadakan tanpa pembatalan, kemungkinan besar calon pengantin pria masuk jurang, karena memang rencananya naik bis itu pada jam itu. Kisah Bu Geni bersambung ketika diminta merias anak menteri—mungkin menteri koordinator, tapi menjawab: ”Anaknya suruh ke sini saja. Kalau saya tinggalkan yang di sini, banyak yang dirugikan.”

Pada tanggal 17 Agustus kemarin, warga sekitar kediamannya menunggu, apakah Bu Geni akan memasang bendera merah putih di rumahnya. Karena dalam perhitungan Bu Geni itu sama dengan 17 Agustus. Ternyata Bu Geni menyuruh pasang. ”Apa salah kalau mengibarkan bendera tanggal 17 Desember?”

Para pejabat di desa ikut gembira, karena kalau Bu Geni tidak mengibarkan bendera pada peringatan kemerdekaan bisa jadi masalah. Tanggal 31 Desember berikutnya Bu Geni tidak berkeberatan ada pesta di rumahnya. Namun esok harinya tidak berarti tahun baru, melainkan 1 Desember lagi. Banyak yang mengatakan itu ngelmu Bu Geni sehingga selalu tampak muda. Dan Bu Geni memang selalu nampak sama, ketika seorang tetangga dirias, sampai anaknya dirias juga. Wajah dan penampilannya tetap sama. Ini bisa dibuktikan dengan potret yang diambil saat itu, dan 20 tahun berikutnya. Atau mungkin juga 20 tahun sebelumnya.

”Perkawinan adalah upacara yang paling tidak masuk akal, sangat merepotkan. Kalian semua ribut memperhitungkan hari baik, pakaian seragam apa, dan itu tak ada hubungannya dengan perkawinan itu sendiri. Lihat saja mereka yang pidato saat perkawinan, yang memberi wejangan, itu yang paling membosankan, paling tidak didengarkan. Tapi selalu diadakan. Begitulah perkawinan.” Agak aneh juga perkataan itu keluar dari Bu Geni, yang hidupnya justru dari adanya upacara perkawinan. ”Ya memang aneh, perkawinan kan keanehan. Karena yang aneh dianggap wajar, maka yang tidak menikah, yang janda atau duda, malah dianggap aneh.”

Pada kesempatan berbeda, Bu Geni berkata: ”Jodoh adalah kata yang aneh untuk menyembunyikan ketakutan atau hal yang tak berani kita jawab. O, itu jodoh saya, biasanya orang bilang begitu. Atau kalau gagal, o, itu bukan jodoh saya.” Lalu Bu Geni tertawa lama sekali. ”Memangnya jodoh saya Pak Geni? Karena saya menikah dengan Pak Geni, itu jadi jodoh saya. Bukan karena jodoh saya Pak Geni kemudian saya menikah dengan dia. Lain kalau saya tidak jadi menikah dengan Pak Geni dulunya. Itu bukan jodoh saya.”

Kenapa dulu kawin dengan Pak Geni?

”Ya karena sudah waktunya kawin, seperti yang lain.”

Berarti tidak atas dasar cinta ketika menikah dengan Pak Geni?

”Seperti halnya jodoh, begitu kamu nikah ya itu harus diterima sebagai cinta. Itu lebih penting. Karena kalau mengandalkan cinta sebelumnya, bisa tidak langgeng. Yang kamu miliki itulah yang kamu cintai, dengan cinta sebelumnya atau tidak.”

Pertanyaan itu terlontar, karena ada kabar Pak Geni akan menikah lagi. ”Ya biar saja, nanti aku akan merias pengantinnya.” Kalimatnya enteng, datar, nyaris tanpa emosi. ”Dilarang juga susah, dan tak ada gunanya. Boleh saja.”

Mungkin itu sebabnya Bu Geni tetap bersedia merias calon pengantin yang akan menjadi istri kedua, atau ketiga. ”Biarlah orang merasakan kegembiraan sekali dalam hidupnya.” Bagi Bu Geni perkawinan adalah kegembiraan, sukacita. ”Kalau saat kawin saja kamu tidak merasa gembira, kamu tak akan menemukan kegembiraan yang lain.”

Menurut Bu Geni, tak ada perkawinan yang gagal, karena perkawinan sendiri bukanlah keberhasilan. ”Yang diperlukan hanya sedikit keberanian, dan banyak kebodohan, itulah modal kawin. Untuk bercerai, diperlukan banyak keberanian dan sedikit kebodohan.”

Apakah Bu Geni pernah berpikir bercerai dengan Pak Geni.

”Saya tak pernah memikirkan bercerai. Kalau ingin membunuhnya, sering.”

Begitulah Bu Geni yang juru rias pengantin, telah merias semua perempuan di desanya. Boleh dikatakan semuanya yang kawin dan yang tidak. Yang terakhir ini dilakukan Bu Geni pada mayat perempuan yang meninggal sebelum menikah. Sebelum dikuburkan, Bu Geni merias dengan komplet. Banyak yang tidak setuju, banyak yang menyayangkan, banyak yang menjadi takut dirias. ”Ketakutan terwujud pada perkawinan. Takut terlalu bahagia, terlalu bebas, terlalu nikmat, makanya kita mengikatkan diri pada perkawinan yang banyak mengatur tanggung jawab, mengatur kewajiban. Termasuk memberi nafkah, membesarkan anak-anak. Aneh saja, tapi pada dasarnya kita takut dengan kebahagiaan diri kita sendiri, dan membatasi dengan adanya kuasa Tuhan.”

Meskipun mengatakan bahwa penemuan manusia yang paling membelenggu dan menakutkan adalah perkawinan, Bu Geni masih terus merias dengan mengepulkan asap rokok. Bagi seorang yang mampu menciptakan waktu untuk diri sendiri—meskipun masih terikat pada bulan Desember, Bu Geni bisa merias manusia, mayat, juga pernah merias patung pengantin dan pepohonan juga kerbau. Bu Geni juga memberi sembaga, sama seriusnya dengan berpuasa sebelum merias. ”Biarkan kerbau merasakan kegembiraan. Sebagaimana yang kita percayai selama ini bahwa perkawinan adalah kegembiraan.”

Semua ini, untunglah hanya terjadi pada bulan Desember.

Written by tukang kliping

20 Mei 2012 pada 08:16

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

44 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Sudah lama sekali nggak baca Cerpen Mas Wendo, mentor saya di majalah Hai zaman baheula.

    Aba Mardjani

    22 Mei 2012 at 08:52

  2. Huahhaha, lucu, absurd.
    Wah, tapi repot juga nanti kalo yang dirias sampai jadi tidak dikenali lagi, cantiknya cuma sesaat. mending yg alami aja deh, yg penting abadi.
    halah.

    JogjaKampus

    22 Mei 2012 at 09:17

  3. Baguuussss, saya suka. Setuju sama Bu Geni.😀

    (Pada tanggal 17 Agustus kemarin, warga sekitar kediamannya menunggu, apakah Bu Geni akan memasang bendera merah putih di rumahnya. Karena dalam perhitungan Bu Geni itu sama dengan 17 AGUSTUS. Ternyata Bu Geni menyuruh pasang. ”Apa salah kalau mengibarkan bendera tanggal 17 Desember?”)

    AGUSTUS yang saya tulis dengan huruf kapital semua itu, apa tidak seharusnya DESEMBER ya? Saya yang salah, atau tukang kliping yang salah ketik ulang, atau dari versi cetaknya memang begitu?

    Argha Premana

    22 Mei 2012 at 09:48

  4. cerpen yg asyik memang tak membutuhkan bahasa yg muluk-muluk.

    a husna

    22 Mei 2012 at 15:07

  5. Menarik seperti gaya bertutur sebelumnya, siipp mas Arswendo!

    -dN5

    22 Mei 2012 at 15:13

  6. Cerpen yang menarik dari sisi cerita dan menggemaskan dari segi tokoh Bu Geni.

    winaprayoga

    22 Mei 2012 at 18:23

  7. Sepanjang 2012 saya belum menemukan cerpen yang menarik bagi saya. Kalau 2010-2011 Kompas meriah. Apa karena hampir setengah tahun 2012 didominasi penulis senior? Mana penulis muda yang muncul dengan gaya-gaya menarik tahun-tahun kemarin? Lie Charlie, Sungging Raga, Eko Triono, Guntur Alam, Armand AZ, dan lain-lainnya. Saya juga menanti cerpen Avianti Armand. Lama-lama saya bosan baca cerpen Kompas. Sering nggak konsisten dengan kualitas yang dipatok, beda dengan Tempo. Apa cuma saya yang merasa?

    welli

    23 Mei 2012 at 14:19

    • Saya tidak tahu apa yg anda maksud dengan ‘gaya menarik’. Saya bukan orang yg sastra banget, tapi cukup untuk menghargai karya-karya di blog ini. Bagi saya, cerpen pak Wendo di atas punya makna yang dalam, misal di kalimat: “tak ada perkawinan yang gagal, karena perkawinan sendiri bukanlah keberhasilan.”, atau konsep Ibu Geni sendiri (entah anda setuju atau tidak) bahwa saat menikah orang harus bahagia, yg bertentangan dengan konsep sebagian orang bahwa pernikahan adalah hal menakutkan. Bagi unmarried seperti saya konsep ini sangat ‘kena’. Atau mungkin anda tidak sedang dalam fase tersebut? Saya tidak tahu.

      olan

      20 Juni 2012 at 05:44

  8. gaya Bang Wendo menulis sama seperti Bu Geni merias….cemerlang euy…:)

    ari

    23 Mei 2012 at 23:11

  9. membosankan dan egois

    adib

    24 Mei 2012 at 10:40

  10. aku suka sederhana namun penuh makna

    divamama123

    24 Mei 2012 at 16:23

  11. Selamat, Mas

    Omo

    24 Mei 2012 at 19:37

  12. suka sekali..terutama karena tokoh bu Geni yang merdeka dengan pikiran-pikirannya yang tidak biasa…

    kereeennn!!

    Ecka

    25 Mei 2012 at 10:01

  13. leluconnya adalah : ”Saya tak pernah memikirkan bercerai. Kalau ingin membunuhnya, sering.”

    istighfarin.com

    25 Mei 2012 at 14:35

  14. saya suka dengan kalimat, “yang kamu miliki itulah yang kamu cintai”

    way

    28 Mei 2012 at 23:38

  15. aneh-aneh saja mas……..

    mulyono dulrahman

    29 Mei 2012 at 08:48

  16. Ada yang berubah dari Mas Wendo dibanding dulu. Lebih berpanjang-panjang dan kurang nakal… Kalau bagus sih memang masih tetap bagus. Salam

    Mas Bei

    31 Mei 2012 at 00:37

  17. asem, apik ik

    andrew barbara

    31 Mei 2012 at 11:42

  18. lumayan…..

    Pandela

    31 Mei 2012 at 14:19

  19. +1 Gak Bravo buat mas Wendo

    Bocah Ganteng

    5 Juni 2012 at 09:25

  20. +1 Gan, Bravo buat mas Wendo

    Bocah Ganteng

    5 Juni 2012 at 09:26

    • Saya agak sulit fahami gaya absurd penulis model Mas Wendo dll. Pembaca awam seperti saya agak malas menerima cerita di luar akal itu. Tapi yah, bagi yang bisa berpusing ria dengan gaya cerpen Bu Geni sih gak apa ya..?

      Jovian

      8 Juni 2012 at 11:02

  21. bu geni… bagus…

    wildanmattara

    9 Juni 2012 at 18:04

  22. Bu Geni dengan riasan yang unik dalam tuturan kata mas WENDO. kereeeen

    sae

    11 Juni 2012 at 10:52

  23. saran pesan penikahan. bagus sekali.

    Mardiana Kappara

    14 Juni 2012 at 10:41

  24. maksudnya, Sarat dengan pesan pernikahan. bagus sekali

    Mardiana Kappara

    14 Juni 2012 at 10:42

  25. penuh makna, sayangnya hanya terjadi dibulan desember.

    fatonah

    25 Juni 2012 at 08:55

  26. pusing. . tp siiplah, besok bu geni hrus d undang d pernikahan kucing sy

    aa awie

    2 Juli 2012 at 11:47

  27. Baru sempat baca cerpen ini. Keren abis. Ironinya begitu cerdas dan bernas…

    agusnoorfiles

    3 Juli 2012 at 23:11

  28. wow..absurd..ceria..dan bebas…

    udin

    2 Agustus 2012 at 15:39

  29. Saya suka gaya penyampaiannya, masalah sederhana, tapi diangkat dg luar biasa. Selamat mas Aswendo

    Nanda Najih Habibil Afif

    25 Desember 2012 at 15:40

  30. good,like it

    petra

    27 Februari 2013 at 15:04

  31. penuh makna, sayangnya hanya terjadi dibulan desember.

    JAKET KULIT

    23 April 2013 at 20:58

  32. […] Bagi Bu Geni, semua bulan adalah Desember. Bulan lalu, sekarang ini, atau bulan depan berarti Desember. Maka kalau berhubungan dengannya, lebih baik tidak berpatokan kepada tanggal, melainkan hari. Kalau mengundang bilang saja Jumat dua Jumat lagi. Kalau mengatakan tanggal 17, bisa repot. Karena tanggal 17 belum tentu jatuh hari Jumat. Kalau memesan tanggal 17, bisa-bisa Bu Geni tidak datang sesuai hari yang dijanjikan. (silakan baca) […]

  33. Wah wah mas wendoku ini..bisa ajee…

    intan ophelia

    9 Agustus 2013 at 12:23

  34. membudaya banget… Narator sprt sedang memberi tau budaya yg sedang mewabah d masyarakat skrg… pasangan2 yg cerai lbh byk drpd pasangan2 yg kawin.. krna mreka lbh berani cerai drpd brani tuk kawin. salah satu kutipan dri cerpen “yang diperlukan hanya sedikit keberanian,dan banyak kebodohan,itulah modal kawin. Untuk bercerai,diperlukan banyak keberanian dan sedikit kebodohan”

    tree mur

    17 September 2013 at 23:02

  35. Reblogged this on The Empty House.

    victoriadler

    27 Oktober 2013 at 22:24

  36. membaca cerpen ini kadang tersenyum kadang dahi saya berkerut lalu berakhir dengan tawa, menghibur dan saya setuju dengan pikiran2 yang merdeka dan langkah enteng dalam menjalani hidup.

    yeti wulandari

    1 Februari 2014 at 14:09

  37. Tidak ada konflik, tidak ada pengembangan cerita, tidak ada ending. Hanya pemaparan karakter dari awal sampai akhir.

  38. Mas Wendo kreatif, “idenya liar” dan nakal. Walau dalam cerita mengenai Bu Geni bobot kenakalannya cuma sedikit.

    Henricus Poerwanto

    15 Juni 2014 at 15:45

  39. PROMO BESAR-BESARAN OLIVIACLUB 100%….!!!!
    promo oliviaclub kali ini adalah promo deposit akan mendapatkan bonus chip sebesar nilai deposit yang disetorkan
    jadi untuk para pecinta poker oliviaclub yang sudah lama mendaftar ataupun yang baru melakukan register.. akan bisa mengikuti promo ini…

    SYARAT DAN KETENTUAN
    1.pemain dapat mengklaim bonus promo melalui live chat kami
    2.pemain yang mengikuti promo tidak akan bisa melakukan WD sebelum turnover/fee/pajak belum mencapai 30 x lipat dari angka deposit.
    3.minimal deposit untuk promo ini adalah Rp.50.000
    maximal deposit adalah Rp.200.000
    apabila ada pemain yang melakukan deposit diatas 200rb rupiah..
    hanya 200rb yang akan di hitung untuk mendapatkan bonus
    promo ini
    4. apabila pemain melakukan deposit sebanyak 50rb akan
    mendapatkan bonus 50rb.. dan apabila chip habis dan melakukan
    deposit 50rb lagi maka harus menunggu selama 6 jam terlebih
    dahulu sebelum dapat mengklaim bonus 100% dari
    angkadeposit..
    batas maksimal klaim bonus tetap max deposit 200rb per hari
    5. klaim bonus promo berlaku 1×12 jam..
    para pemain diharuskan mengklaim bonus sebelum bermain..jika
    ada pemain yang melakukan deposit dan bermain..
    baru setelah bermain mengklaim bonus..maka tidak akan dilayani
    6.PROMO OLIVIACLUB ini dapat berakhir sewaktu waktu tanpa
    pemberitahuan terlebih dahulu
    7.keputusan pihak OLIVIACLUB tidak dapat diganggu gugat dan
    mutlak

    CARA MENGKLAIM BONUS PROMO :
    1.setelah melakukan register dan deposit maka pemain harus melakukan login dan masuk ke menu memo,tulis subjek klaim voucher promo
    2.admin OLIVIACLUB akan segera membalas memo anda dan
    memberikan kode voucher.
    3.setelah menerima kode voucher silakan menuju menu deposit
    isi kan formulir deposit sebagaimana anda biasa melakukan deposit.
    setelah itu pada kolom keterangan di menu deposit silakan anda tuliskan kode voucher yang telah diberikan
    4.silakan gunakan jasa live chat kami untuk membantu anda dalam mengklaim bonus PROMO OLIVIACLUB

    WARNING….!!!!!
    apabila pemain belum melakukan deposit dan mencoba untuk mengklaim bonus.. maka id akan kami blokir/delete secara permanen.
    transfer chip tidak di perbolehkan dan akan di tindak tegas

    regallia soh

    11 Juli 2014 at 02:05

  40. PROMO BESAR-BESARAN OLIVIACLUB 100%….!!!!
    promo oliviaclub kali ini adalah promo deposit akan mendapatkan bonus chip sebesar nilai deposit yang disetorkan
    jadi untuk para pecinta poker oliviaclub yang sudah lama mendaftar ataupun yang baru melakukan register.. akan bisa mengikuti promo ini…

    SYARAT DAN KETENTUAN
    1.pemain dapat mengklaim bonus promo melalui live chat kami
    2.pemain yang mengikuti promo tidak akan bisa melakukan WD sebelum turnover/fee/pajak belum mencapai 30 x lipat dari angka deposit.
    3.minimal deposit untuk promo ini adalah Rp.50.000
    maximal deposit adalah Rp.200.000
    apabila ada pemain yang melakukan deposit diatas 200rb rupiah..
    hanya 200rb yang akan di hitung untuk mendapatkan bonus
    promo ini
    4. apabila pemain melakukan deposit sebanyak 50rb akan
    mendapatkan bonus 50rb.. dan apabila chip habis dan melakukan
    deposit 50rb lagi maka harus menunggu selama 6 jam terlebih
    dahulu sebelum dapat mengklaim bonus 100% dari
    angkadeposit..
    batas maksimal klaim bonus tetap max deposit 200rb per hari
    5. klaim bonus promo berlaku 1×12 jam..
    para pemain diharuskan mengklaim bonus sebelum bermain..jika
    ada pemain yang melakukan deposit dan bermain..
    baru setelah bermain mengklaim bonus..maka tidak akan dilayani
    6.PROMO OLIVIACLUB ini dapat berakhir sewaktu waktu tanpa
    pemberitahuan terlebih dahulu
    7.keputusan pihak OLIVIACLUB tidak dapat diganggu gugat dan
    mutlak

    CARA MENGKLAIM BONUS PROMO :
    1.setelah melakukan register dan deposit maka pemain harus melakukan login dan masuk ke menu memo,tulis subjek klaim voucher promo
    2.admin OLIVIACLUB akan segera membalas memo anda dan
    memberikan kode voucher.
    3.setelah menerima kode voucher silakan menuju menu deposit
    isi kan formulir deposit sebagaimana anda biasa melakukan deposit.
    setelah itu pada kolom keterangan di menu deposit silakan anda tuliskan kode voucher yang telah diberikanS

    regallia soh

    11 Juli 2014 at 02:07


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: