Kumpulan Cerpen Kompas

arsip cerita pendek kompas minggu

Archive for Maret 30th, 2008

Kipas Cendana

with 2 comments

Hidupku sebatang kara. Akan tetapi, aku masih bisa hidup berkecukupan dalam arti tidak tergantung pada siapa-siapa, bisa makan tiga kali sehari dan bisa tinggal di sebuah kamar sewaan. Di kamar itu ada sebuah dipan dan kamar mandi dan dapur. Di emperan belakang atapnya agak menonjol jauh dari tembok sehingga kompor dan rak piring, ember dan sepeda bisa ditaruh di situ. Di kamarku ada sebuah televisi bekas yang menghiburku setiap hari.

Kalau saja anak perempuanku tidak kawin dengan seorang pria yang bekerja di Timur Tengah mungkin aku tidak sendiri karena anakku bisa mengurusku dan dua cucuku bisa menghibur aku. Akan tetapi syukurlah anakku bisa membantu kehidupan ekonomiku. Sejak lama ketika istriku masih ada, hidup kami pas-pasan. Istriku masak di emperan belakang untuk dijual. Ada ikan pepes, ada nasi uduk, sambal goreng tempe, ada ikan bakar, terung bakar, dan sambal yang kuberi nama ”Sambal Inul Cili-cili”.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Written by tukang kliping

30 Maret 2008 at 17:53

Ditulis dalam Cerpen

Tagged with

%d blogger menyukai ini: